LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA DASAR
PENGENALAN
ALAT DAN BAHAN
TRIE WIDIARTI
CBA 114 053
KELOMPOK 10
![]() |
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
2015
HALAMAN
PENGESAHAN
LAPORAN
PRAKTIKUM KIMIA DASAR
PENGENALAN ALAT DAN BAHAN
Telah
diperiksa dan disetujui oleh Asisten Praktikum pada:
Hari :.
. . . . . . . . .
Tanggal :. .
. . . . . . . . 2015
ASISTEN PRAKTIKUM
SAMAJA PURBA
CAA 111 047
DAFTAR ISI
Halaman
LEMBAR
PENGESAHAN i
DAFTAR
ISI ........................................................................................... ii
I.
PENDAHULUAN
1.1. Latar
Belakang ............................................................................. 1
1.2. Tujuan 2
II.
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1.
Pengertian, Penggoloangan dan
Contoh Peralatan Laboratorium. 3
2.2. Karakteristik
Bahan-Bahan Kimia .............................................. 3
III.
BAHAN
DAN METODE
3.1.
Tempat dan Waktu ...................................................................... 5
3.2. Bahan
dan Alat 5
3.3. Cara
Kerja 5
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
Pengamatan ........................................................................ 6
4.2. Pembahasan
.................................................................................. 10
V. PENUTUP
5.1. Kesimpulan .................................................................................. 15
DAFTAR
PUSTAKA
LAMPIRAN
I.
PENDAHULUAN
1.1. Latar
belakang
Sejarah kimia dapat dianggap dimulai
dengan pembedaan kimia
dengan alkimia
oleh Robert Boyle melalui karyanya The Sceptical Chymist
(1661).
Dengan demikian, Boyle dikenal sebagai Bapak Kimia Modern. Baik alkimia maupun
kimia mempelajari sifat materi
dan perubahan-perubahannya tapi, kebalikan dengan alkimiawan, kimiawan
menerapkan metode ilmiah.
Sejarah kimia bertautan dengan sejarah termodinamika,
terutama melalui karya Willard Gibbs.
Sejarah kimia yang sangat berpengaruh adalah penemuan tabel periodik unsur oleh
Dmitri Mendeleev (Wikipedia, 2015).
Kimia (dari bahasa Arab transliterasi: kimiya = perubahan benda/zat atau bahasa Yunani: χημεία, transliterasi: khemeia)
adalah ilmu yang mempelajari mengenai
komposisi, struktur, dan sifat zat atau materi
dari skala atom hingga molekul serta perubahan atau
transformasi serta interaksi mereka untuk membentuk materi yang ditemukan
sehari-hari. Kimia juga mempelajari pemahaman sifat dan interaksi atom individu
dengan tujuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut pada tingkat
makroskopik Menurut kimia modern, sifat fisik
materi umumnya ditentukan oleh struktur pada tingkat atom yang pada gilirannya
ditentukan oleh gaya antaratom dan ikatan kimia. Kimia adalah ilmu yang mempelajari komposisi dan
sifat suatu benda serta perubahan dan
pembentukan suatu zat itu. Benda juga di sebut dengan materi yaitu segala
sesuatu yang memiliki masa dan memiliki ruang (Muchtaridi, Justiana, 2006).
Laboratorium (Lab) adalah
tempat riset ilmiah, eksperimen, pengukuran ataupun pelatihan ilmiah dilakukan.
Laboratorium biasanya dibuat untuk memungkinkan dilakukannya kegiatan-kegiatan
tersebut secara terkendali. untuk mengadakan percobaan, penyelidikan, dan
sebagainya yang berhubungan dengan ilmu fisika, kimia dan biologi atau bidang
ilmu lain. Pengertian lain Pengertian
lain dari laboratorium ialah suatu tempat dimana dilakukan kegiatan kerja untuk
mernghasilkan sesuatu. Tempat ini dapat merupakan suatu ruangan tertutup, kamar, atau ruangan terbuka,
misalnya kebun dan lain-lain. Berdasarkan definisi tersebut, laboratorium
adalah suatu tempat yang digunakan untuk melakukan percobaan maupun pelatihan
yang berhubungan dengan ilmu fisika, biologi, dan kimia atau bidang ilmu lain,
yang merupakan suatu ruangan tertutup, kamar atau ruangan terbuka seperti kebun
dan lain-lain (wanmustafa, 2011).
Fungsi Laboratorium
secara garis besar laboratorium dalam proses pendidikan adalah sebagai berikut;
a). Sebagai tempat untuk berlatih mengembangkan keterampilan intelektual
melalui kegiatan pengamatan, pencatatan dan pengkaji gejala-gejala alam; b).
Mengembangkan keterampilan motorik siswa. Siswa akan bertambah keterampilannya
dalam mempergunakan alat-alat media yang tersedia untuk mencari dan menemukan
kebenaran; dan c). Memberikan dan memupuk keberanian untuk mencari hakekat
kebenaran ilmiah dari sesuatu objek dalam lingkungn alam dan sosial
(Anton,2013).
1.2.
Tujuan
Tujuan praktikum Kimia Dasar dengan materi
Pengenalan Alat dan Bahan adalah:
a.
Mahasiswa
diharapkan agar dapat menjelaskan tentang alat-alat kimia dan cara
pemakaiannya.
b.
Mahasisa
diharapkan dapat menjelaskan karakteristik bahan-bahan kimia.
II.
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.
Pengertian,
Penggoloangan dan Contoh Peralatan Laboratorium
Seperti yang
telah dijelaskan pada praktikum pengenalan alat-alat laboratorium bertujuan
untuk membuat praktikan mengetahui fungsi atau kegunaan alat-alat laboratorium,
oleh karena itu, fungsi daripada tiap-tiap alat akan dijelaskan dengan tujuan
agar praktikan dapat memahami secara jelas kegunaan alat-alat laboratorium yang
akan dipakai. Pada dasarnya setiap alat memiliki nama yang menunjukkan kegunaan
alat tersebut, prinsip kerja atau proses yang berlangsung ketika alat digunakan
(Sodik, 2014).
Alat-alat
yang digunakan untuk pelaksanaan praktikum kimia dapt dikelompokan berdasarkan
sifat-sifatnya, keadaanya (bentuknya),fungsi dan penggunaanya. Penggolongan
alat-alat laboratorium kimia dibedakan menjadi 4 golongan yaitu; a). Alat-alat
ukur (neraca tenis, neraca analitik, oven, slide projektor, dll); b). Alat-alat
gelas (erlenmeyer, labu ukur, gelas arloji, corong gelas, tabung reaksi, pipet
tetes, pipet volume, pipet gondok dan buret,); c). Alat pemanas (lampu bursen,
dan cawan porselin); dan d). Alat bantu (kaki tiga, satif, penjepit buret, krus
porselin, rak tabung reaksi) (Idang, 2012).
2.2.
Karakteristik
Bahan-Bahan Kimia
Bahan yang
digunakan dalam kegiatan praktik
di
laboratorium Kimia dapat berupa bahan
kimia. Dengan karakteristik bahan kimia yang
berbahaya mudah terbakar,
mudah meledak, korosif dan beracun. Contoh bahan kimia berbahaya seperti asam
khlorida, asam sulfat dan asam phosphat. Bahan kimia yang kurang berbahaya
seperti aquadest, amilum, yodium dan gula (Mustafa,2007).
Karakteristik
bahan-bahan kimia berdasarkan sifatnya yaitu: a). Alumunium sulfat AlSO4) Ciri/ karakteristik : berbentuk
kristal, berwarna putih , larut dalam air. Aluminium sulfatdigunakan sebagai
pengganti tawas; b). Amoniak (NH4OH) Ciri/karakteristik : mudah
menguap, jika terkena kulit dan mata menyebabkan iritasi, dalamwujud uap
mengganggu pernafasan; c). Asam sulfat (H2SO4)
Karakteristik : zat cair tidak berwarna, tergolong asam kuat, bersifat racun,
sangat korosif.Jika terkena kulit dapat menimbulkan luka parah dan jika terkena
kain dapat merusak kain; d). Asamk lorida
(HCl) Karakteristik : zat cair tak berwarna, bersifat racun, korosif;
e). Etanol (C2H5OH) Etanol sering juga disebut dengan alkohol.Karakteristik:
zat cair tidak berwarna, mudah menguap, muah terbakar, biasanya
digunakansebagai pelarut; f). Natrium klorida (NaOH) Natrium klorida merupakan
zat padat berwarna putih, bersifat racun, bersifat korosif, danmudah menyerap
uap air, udara (Mustafa,2007).
III.
BAHAN DAN METODE
3.1.
Tempat dan waktu
Kegiatan praktikum Kimia Dasar dengan materi
Penegenalan Alat dan Bahan dilaksanakan di Laboratorium Jurusan Budidaya
Pertania, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya. Pada hari Rabu,
Tanggal 25 Maret, pukul 13.00-14.40 WIB.
3.2.
Bahan dan alat
Bahan dan alat yang digunakan dalam praktikum kimia
dasar dengan materi pengenalan alat dan bahan adalah: Bahan yang digunakan
yaitu: NaOH, H2SO4, AgNO3, Indikator PP, Indikator MO (Materil
Orens), HCL, KKMNO4 dan
Amoniak.
Alat
yang digunakan yaitu: Labu ukur, Gelas ukur, Pipet tetes, Beaker glass
Erlenmeyer, Tabung reaksi, Corong, Cawan porselin, Gelas arloji, Lampu bunsen,
Kaki tiga, Pipet volume, Pipet gondok, Rak tabung, Moerten dan Krus porselin,
buret, statif dan klip.
3.3.
Cara kerja
a.
Menyiapkan alat
dan bahan yang akan digunakan dalam praktik kimia.
b.
Memeriksa alat
dan bahan yang akan digunakan dipastiakan dalam keadaan baik.
c.
Mengamati
alat-alat dan bahan praktikum.
d.
Menggambar
alat-alat praktikum dalam tabel lembar kerja yang tealah disediakan.
e.
Menuliskan
spesifikasi dan fungsinya serta keterangan lainnya.
f.
Sedangkan untuk
bahan kimia menuliskan informasi dalam tabel hasil pengamatan meliputi
karakteristik, sifat, lambang dan bentuk.
IV.
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.
Hasil pengamatan
4.1.1.
Tabel 1 hasil
pengamatan alat-alat kimia
4.1.2.
Tabel 2 Hasil Pengamatan Baha Kimia
No.
|
Nama
Bahan
|
Betuk
|
Sifat
|
Gambar
|
1.
|
NaOH
|
Butiran
|
Korosif
|
![]() |
2.
|
H2SO4
|
Cair
|
Korosif
|
![]() |
3.
|
HCL
|
Cair
|
Korosif
|
![]() |
4.
|
KMNO4
|
Butiran
|
Berbahaya
|
![]() |
5.
|
Indikator PP
|
Serbuk
|
-
|
-
|
6.
|
Indikator MO
|
Serbuk
|
-
|
-
|
7.
|
AgNO3
|
Butiran
|
Korosif
|
![]() |
8.
|
Amoniak
|
Cair
|
Korosif berbahaya
|
![]() |
4.2. Pembahasan
Berdasarkan hasil
pengamatan Tabel. 1 Berikut
ini akan diuraikan pembahasan tentang pengenalan alat-alat di Laboratorium.
Tujuan diadakannya laboratorium ini adalah agar setiap praktikan mampu mengenal
dan memahami fungsi, cara penggunaan serta perbedaan berbagai alat yang ada
dilaboratorium. Dan diharapkan agar nantinya praktikan tidak canggung lagi di
laboratorium. Peralatan di Laboratorium di klasifikasikan berdasarkan kegunaan
masing-masing dari peralatan tersebut.
4.2.1. Pngamatan alat-alat laboratorium
1. Alat-alat gelas
a) Tabung
reaksi
Terbuat dari gelas kaca dan dapat dipanaskan, Berupa tabung yang terkadang
dilengkapi tutup, terbuat dari kaca borosilikat tahan
panas, berfungsi sebagai tempat untuk mereaksikan bahan kimia dan untuk
melakukan reaksi kimia dalam skala kecil. Cara menggunakannya yaitu dibersihkan
terlebih dahulu lalu dikalibrasi dengan aqua dm setelah itu lap dengan lap atau
kertas isap. Kemudian sampel yang akan direaksikan dimasukkan ke dalam tabung
reaksi.
b) Gelas beaker
Gelas piala
terbuat dari kaca Untuk menampung larutan
kimia dalam jumlah yang tertentu.
c) Erlenmeyer
Erlenmeyer terbuat dari kaca berfungsi sebagai wadah unuk mereaksikan suatu zat kimia dalam skala yang cukup besar
dan sebagai wadah dalam proses titrasi.
2.
Alat-alat pemanasan
a) Kaki tiga
Kaki tiga terbuat dari
besi yang kokoh, kaki tiga berfungsi sebagai alat
pemanas yang digunakan untuk meletakan alas zat yang akan dipanaskan.
b)
Cawan porselin
Cawan porselin terbuat
dari keramik yang memiliki diameter yang sedikit tebal, Cawan porselin
berfungsi untuk meletakan bahan
kimia yang akan dikeringkan atau dipanaskan di dalam oven.
c) Lampu bunsen
Lampu busen terbuat dari kaca dan
atom plastik berfungsi untuk memanaskan larutan,dan dapat juga digunakan untuk
sterillisasi dalam suatu proses.
3.
Alat-alat ukur
a) Gelas ukur
Berupa gelas tinggi dengan skala disepanjang
dindingnya, terbuat dari kaca atau plastik yang tidak
tahan panas, Gelas ukur terbuat dari kaca gelas ukur berfungsi
untuk mengukur larutan kimia yang cair, tidak
boleh untuk mengukur pelarut panas mengukur volume larutan tidak memerlukan
tingkat ketelitian yang tinggi dalam jumlah tertentu.
b) Pipet tetes
Pipet tetes terbuat dari kaca dan
karet pipet tetes berfungsi untuk mengambil larutan kimia dalam
jumlah yang sedikit, karet untuk menentukan jumlah larutan yang akan diambil.
c) Pipet gondok
terbuat dari kaca gelas, tengahnya
membesar ujungnya meruncing. Alat untuk
mengambil cairan dalam jumlah tertentu maupun takaran bebas, berfungsi untuk
mengambil cairan dalam jumlah tertentu secara tepat ( pipet seukuran), mengukur
dan memindahkan larutan dengan volume tertentu secara tepat ( pipet berukuran
), dan untuk mengambil cairan dalam skala kecil ( pipet tetes ). Cara
menggunakannya yaitu larutan dimasukkan kedalam gelas ukur. Sesuaikan dengan
volume yang diperlukan. Baca ketepatan volume dengan melihat meniscus ke bawah.
d) Pipet volume
Pipet volume terbuat dari kaca pipet
volume dibubuhi skala mirip dengan buret, untuk mengambil larutan dan lebih
tepat dari gelas ukur.
e) Buret
Berupa
tabung kaca bergaris dan memiliki kran diujungnya, berfungsi untuk mengeluarkan
larutan dengan volume tertentu, biasanya digunakan untuk titrasi. Cara
menggunakannya yaitu dibersihkan, dikalibrasi, lalu dikeringkan dengan batang
pengaduk yang ditutupi dengan kertas isap. Periksa keadaan kerannya dan
tetesannya apakah bocor atau tidak. Lalu dikalibrasi dengan larutan yang akan
dimasukkan ke dalam buret, periksa apakah ada gelembung atau tidak. Buka keran
perlahan untuk mengeluarkan larutannya.
f) Labu ukur
Labu ukur
terbuat dari kaca yang memiliki betuk bagia bawahnya bulat lebih besar dari
bagian atasnya. Labu ukur berfungsi sebagai tempat/wadah
untuk mencampur larutan kimia dalam jumlah yang tertentu.
4. Alat-alat
bantu
a) Gelas arloji
Terbuat dari kaca bening dan
memiliki berbagai ukuran berfungsi sebagai penutup gelas kimia saat memanaskan sampel, tempat saat
menimbang bahan kimia, dan tempat untuk mengeringkan padatan dalam desikator. Cara menggunakannya yaitu dibersihkan terlebih
dahulu dengan tissue atau lap, kemudian letakkan di atas gelas kimia jika akan
digunakan sebagai tutup gelas kimia, atau letakkan bahan kimia yang akan
ditimbang di atas kaca arloji tersebut.
b)
Corong
Corong terbuat dari kaca yang digunakan untuk memasukan atau
memidahkan larutan dari termpat satu ke tempat yang lain
c) Rak tabung
Rak tabung reaksi terbuat dari kayu
dengan lubang – lubang seukuran tabung reaksi berfungsi sebagai tempat
meletakkan tabung reaksi. Cara menggunakannya yaitu letakkan tabung reaksi
kedalam lubang – lubang yang ada dalam rak tabung reaksi.
d) Mortar dan
porselin
Terbuat dari keramik, porselen, atau batu granit berfungsi untuk
menghancurkan dan mencampurkan padatan. Cara menggunakannya yaitu masukkan bahan kimia
berupa padatan ke dalam lumpang (Mortar) dan gerus hingga halus menggunakan alu
(porselin).
e) Statif dan
klem
Statif dan
kelm terbuat dari beri bersi yang berfungsi untuk menjepit buret.
4.2.2. Pengamatan
bahan-bahan kimia
Berdasarkan pengamatan Tabel 2 Pengamatan
bahan-bahan kimia dapat dikelompokan berdasarkan jenis, sifat, dan bentuknya
yaitu: a). NaOH adalah bahan kimia yang berbentuk butiran dan memiliki sifat
korosif, sifat korosif adalah merusak jaringan hidup ditandai sebagai bahan korosif, Berat Molekul
: 40.00 g/mol, Spgr : 2.130 Titik Leleh : 318.4 ºC, dan Titik Didih : 1390 ºC;
b). H2SO4 adalah bahan kimia yang memiliki bentuk cair dan bersifat korosif,
H2SO4 ini memiliki sifat yang sama seperti NaOH yang dapat merusak jaringan
hidup Nilai Berat Molekul : 98.08 g/mol, Spgr : 1.834 18/4, Titik
Leleh : 10.49 ºC dan Titik Didih : 1340 ºC ; c). HCL adalah zat kimia yang memiliki bentuk cair
seperti H2SO4 Asam klorida bersifat korosif,
yang berarti akan merusak dan mengikis jaringan biologis bila tersentuh.
Selanjutnya, HCl dapat menyebabkan kerusakan besar internal jika terhirup atau
tertelan Berat Molekul : 36.5 g/mol, Titik Leleh : - 111 ºC, Titik Didih
: 76.8 ºC, Spgr : 1.268, Density : 1.18
g/ml, Kelarutan : Air panas : 56.1 cc/100gr Air dingin : 82.3 cc/100gr; d).
KNMO4 atau Kalium permanganat memiliki nama lain yaitu chameleon
mineral, CI 77755, kristal condy’s dan cairox.
Merupakan kristal yang berwarna ungu menjadi kristal perunggu dan stabil.
Apabila kontak dengan senyawa yang mudah menyala akan menyebabkan kebakaran dan
dijauhkan dari senyawa pereduksi, asam kuat, material organik, peroksida,
alkohol dan senyawa kimia logam aktif. Kalium permanganat merupakan oksidator
kuat. Berat molekul : 197,12 gr/mol, Titik didih
: 32,350C, Titik beku : 2,830C, Bentuk : Kristal berwarna ungu-kehitaman
dan Densitas : 2,7 kg/L pada 20°C; e). Indikator PP atau Fenolftalein
(phenolphthalein) adalah asam ringan yang bisa digunakan untuk tujuan medis dan
ilmiah, indikator PP memiliki bentuk serbuk, Mempunyai trayek Ph 8,0 – 9,6, Dapat
menimbulkan warna merah pada titrasi asam atau basa kuat dan Biasanya di
gunakan pada titrasi basa kuat. f). Indikator Methyl Orange (MO) adalah senyawa
organik dengan rumus C14H14N3NaO35 dan biasanya dipakai sebagai indikator dalam
titrasi asam basa. Indikator MO berubah warna dari merah pada Ph dibawah 3,1
dan menjadi warna kuning pada Ph diatas 4,4 jadi warna transisinya adalah
orange; g). AgNO3 adalah zat kimia yang berbentuk butiran dan bersifat korosif,
Titik didih,
(decomp.) Kelarutan dalam air, 1.22 kg/L (0 °C) 2.16 kg/L (20 °C) 4.40 kg/L (60
°C) 7.33 kg/L (100 °C). Kelarutan, larut dalam etanol dan aseton; dan Amoniak
zak kimia ini berbentuk cair bersifat korosif berbahaya.
V.
PENUTUP
5.2.
Kesimpulan
Berdasarkan
pembahasan di atas maka dapat saya simpulkan agar praktikan mengetahui
alat-alat dan kegunaanya yang ada di
Laboratorium adapun alat-alat yang digunakan adalah: a). Labu ukur berfungsi
Sebagai tempat/wadah untuk mencampur larutan kimia dalam jumlah yang tertentu;
b). Gelas ukur berfungsi untuk mengukur larutan; c). Pipet tetes berfungsi
mengambil larutan; d). Beaker glass menampung larutan dalam jumlah tertentu;
e). Elenmeyer untuk menampung larutan dalam jumlah tertentu: f). Tabung reaksi
berfungsi untuk mereaksikan larutan; g).
Corong berfungsi untuk memasukan larutan; h).cawan porselin berfungsi
untuk memanaskan laruatan di dalam oven; i). Gelas arloji untuk menimbang bahan
kimia; j). Bunsen untuk memanaskan bahan kimia; k). Kaki tiga untuk meletakan
alat yang akan dipanaskan; l). Pipet volume untuk mengambil larutan dalam
jumlah tertentu; m). Pipet gondok berfungsi untuk mengambil larutan dalam
jumlah sedikit; n). Rak tabung berfungsi untuk meletakan tabung reaksi; o).
Morter dan porselin untuk menghaluskan bahan kimia yag bersifat padatan; p).
Buret Untuk mentitrasi larutan: dan q). statif dan klem berfungsi untuk
menjepit biret.
Karakteristik
bahan kimia Materi mudah terbakar (flammable material) padat, cair,
uap,atau gas yang menyala dengan mudah dan terbakar secara cepat bila
dipaparkan pada sumber nyala, misalnya pelarut (solvent) seperti
benzene, ethanol, debu aluminum, gas hidrogen dan metan. Peledak (explosive)
: materi kimia ini dapat meledak, biasanya karena adanya kejutan (shock),
panas, atau mekanisme lainnya. Pengoksidasi (oxidizer) : Materi korosif
: padat atau cair seperti asam kuat atau basa kuat, yang dapat membakar dan
merusak jaringan kulit bila berkontak dengannya. Materi toksik : racun yang
dalam dosis kecil dapat membunuh atau mengganggu kesehatan, seperti karbon
monoksida dan hidrogen sianida. Materi radioaktif : dicirikan dengan
transformasi yang berlangsung dalam inti atom, misalnya uranium heksafluorida.
DAFTAR PUSTAKA
Anton, 2013.Fungsi
Laboratorium. (http://antonkimia.blogspot.com.) Diakses pada hari senin
Tanggal 30 Maret 2015
Idang, 2012. Peralatan
laboratorium adn fungsi. (http://idang12.wordpress.com).
diakses pada hari Minggu 29 Maret 2015
Muchtaridi,
Justiana,2006.Kimia 1.Erlangga.Jl.Parayangan
No.62:Bandung
Mustafa
Rahmad, 2007. Kimia Dasar, jilid
1.Gramedia. jakarta
Sodik, 2014. Peralatan Laboratorium. (http://xondis.blogspot.com). Diakses pada hari sabtu Tanggal
28 Maret 2015
Wanmustafa, 2011.Pengertian dan Fungsi Laboratorium.
(https://wanmustafa.wordpress.com). Diakses pada hari Minggu Tanggal 29 Maret 2015
Wikipedia,2015.Sejarah Kimia.(http://id.wikipedia.org).diakses pada hari Minggu Tanggal
29 Maret 2015
Makasih ka, sangat membantu
BalasHapusiyaaa semoga bermanfaat..
BalasHapusiyaaa semoga bermanfaat..
BalasHapusthankyou, ini sangat membantu Laporan saya juga.
BalasHapusTerima kasih
BalasHapusTrimah kasih
BalasHapus